Perbedaan Antara Data Lifting dan Data Produksi Pada Bisnis Hulu Migas

Kegiatan bisnis migas terutama pada kegiatan hulu memiliki banyak istilah dan kadang-kadang pendefenisiannya berbeda dengan apa yang kita pahami. Salah satunya yakni data produksi dan data lifting. Kedua data tersebut sebenarnya berbeda, namun ada juga sebagian orang yang tidak dapat membedakannya. Lantas apa perbedaanya?

Pengetahuan tentang perbedaan antara lifting dan data produksi migas

Pada pemahaman bisnis internasional, minyak mentah dan gas alam yang diangkat ke permukaan disebut "lifting". Namun di Indonesia, pemahaman tersebut bebeda. Minyak mentah dan gas bumi yang di angkat dari dalam perut bumi disebut dengan data produksi. Sedangkan data lifting dipahami sebagai gas bumi dan minyak mentah yang dapat di angkat ke permukaan dan dijual.

Mengenai data produksi, titik ukurnya dinilai dari jumlah migas yang dapat dikeluarkan dari dalam reservoir melalui sumur-sumur produksi yang ada. Sedangkan titik ukur data lifting dinilai dari titik penjualan atau sering juga disebut "titik serah" atau dalam bahasa Inggris disebut point of delivery.

Karena kedua istilah tersebut dinilai/diukur dari titik yang berbeda, maka angka lifting seringkali berbeda dengan angka produksi. Mengapa? Karena dalam kondisi tertentu, pada suatu saat, seluruh produksi yang telah dikumpulkan pada tangki penyimpanan tidak dapat diangkut dan dijual seluruhnya. Hal tersebut umumnya disebabkan oleh ketersediaan dan terbatasnya kapasitas angkutan kapal untuk mengankut minyak maupun gas hasil produksi.

Perbedaan tersebut bisa juga terjadi akibat kapasitas sumur produksi yang sangat kecil, sehingga untuk melakukan penjualan minyak dan gas dibutuhkan waktu pengumpulan yang lebih lama. Misalnya saja satu sumur minyak mampu memproduksi setiap bulan 100.000 barrel sementara kebutuhan lifting yakni 300.000 barrel. Anggap saja bulan ini bulan Januari, tetapi karena alasan efesiensi, maka lifting baru akan dilakukan 3 bulan sekali karena menunggu sampai terkumpulnya minyak mentah sebesar 300.000 barrel tadi. Dengan jumlah produksi tersebut, maka lifting akan dilakukan pada akhir bulan Maret atau awal bulan April. Jadi, kalau ditanya berapa data produksi pada bulan April, maka jawabannya jelas 100.000 barrel. Tapi, jika ditanya jumlah data lifting pada bulan April, maka jawabannya ialah nol barrel, atau tidak ada lifting. Sampai disini saya rasa anda sudah mulai paham.

Selain itu, angka pada data lifting dan data produksi bisa berbeda karena alasan operasional dan efesiensi. Saat operasi kegiatan hulu migas biasanya menggunakan gas untuk penyedia pembangit listrik, bisa saja power generator digerakkan menggunakan sebagian gas yang diproduksi dari dalam sumur. Sehingga jumlah gas yang akan dijual menjadi lebih kecil debandingkan dengan kapasitas produksi sebenarnya. karena jumlah gas yang bisa dijual adalah jumlah gas yang diproduksi dikurangi dengan own use atau pemakaian sendiri untuk penyedia sumber listrik.

Jadi kesimpulannya, data lifting adalah jumlah dari minyak maupun gas bumi yang diangkat ke atas permukaan dan dapat dijual. Sementara untuk dapat produksi, yakni total keseluruhan dari kapasitas minyak dan gas bumi yang berhasil diangkat dari dalam reservoir ke atas permukaan, termasuk yang digunakan untuk keperluan di sumur.

Bagaimana, apakah anda sudah paham mengenai perbedaan kedua data tersebut? Semoga info pengetahuan ini bisa menambah wawasan anda mengenai kegiatan bisnis hulu migas.

0 Response to "Perbedaan Antara Data Lifting dan Data Produksi Pada Bisnis Hulu Migas"

Post a Comment

Berkomentarlah dengan sopan dan sesuai dengan konten blog, jangan meninggalkan link aktif karena akan kami anggap sebagai spam.